√Rukun Iman dan Rukun Islam yang Wajib Diketahui & Wajib Dihafal!

Rukun Islam dan rukun iman wajib diketahui, diikrarkan serta diamalkan dengan baik oleh seorang muslim. Rukun Islam dan rukun iman adalah hal yang paling dasar dalam ajaran agama Islam (tauhid), jika sudah benar maka semua perilaku akan baik dan benar.

Pengertian Rukun Islam, Rukun Iman

rukun islam dan rukun iman

republika.co.id

Rukun adalah sesuatu pekerjaan yang harus dimulai sebelum melakukan pekerjaan lain. Rukun juga dapat dikatakan sebagai sendi atau dasar untuk melakukan sesuatu.

Seperti ketika seorang sedang melaksanakan shalat maka rukun shalat harus melekat pada orang yang sedang melaksanakan shalat tersebut. Jika salah satu dari rukunnya tidak terpenuhi maka tidak sah shalatnya.

Dengan begitu jika seorang muslim tidak melaksanakan rukun Islam maka Islamnya tidak sah atau kurang sempurna.

Begitu juga dengan rukun iman, jika seseorang yang mengaku beriman maka ia harus melaksanakan rukun iman dengan sempurna. Seperti kita harus mempercayai bahwa akan adanya hari akhir (hari kiamat).

Sehingga dengan kita iman kepada hari akhir ini maka akan menjadikan kita sebagai seorang muslim yang taat dan takut kepada Allah.

Ketika seseorang itu telah memahami rukun Islam dan rukun iman, diwajibkan mengerti tentang ihsan. Hal ini bertujuan supaya ibadah kita bisa membekas baik dhahir maupun batin.

Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa ihsan merupakan keyakinan dalam beribadah seolah-olah kita melihat Allah dan jika kita tidak bisa berkeyakinan seolah-olah melihat Allah maka kita berkeyakinan bahwa Allah yang melihat kita.

Hadits tentang Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan

Rukun iman dan islam telah diajarkan langsung oleh malaikat Jibril kepada nabi serta sahabatnya pada satu majelis. Hal tersebut telah tertulis dalam hadits yang panjang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

عن عمر رضي الله عنه قال : بيبما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر .

لا يرى عليه اثر السفر , ولا يعرفه منا احد , حتى جلس الى النبي صلى الله عليه وسلم فاسند ركبتيه الى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإسلام ان تشهد ان لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت ان الستطعت اليه سبيلا .

قال : صدقت , فعجبنا له يسأله ويصدقه , قال : فأخبرني عن الإيمان قال : ان تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره . قال : صدقت , فأخبرني عن الإحسان . قال : أن تعبد الله كأنك تراه فان لم تكن تراه فإنه يراك …….. (روا البخاري)

Artinya : “Dari Umar RA. dia berkata : ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tiba-tiba datanglah laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan rambut sangat hitam.

Tidak nampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya.

Hingga kemudian ia menempelkan lututnya kepada lutut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seraya berkata : Ya Muhammad beritahukan aku tentang Islam.

Maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, dan haji jika mampu”.

Kemudian dia berkata: “engkau benar”. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, “beritahukan aku tentang iman”.

Lalu beliau bersabda, “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.

Kemudian dia berkata lagi, “beritahukan aku tentang ihsan”. Lalu beliau bersabda, “Ihsan metupakan engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya dia melihatmu”.. (HR. Bukhari)

Rukun Islam

rukun islam

apkpure.com

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Muslim menjelaskan bahwa Islam mempunyai lima rukun yang harus ditegakkan oleh seorang muslim.

Seperti dalam hadits berikut :

عن ابي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : بني الإسلام على خمس , شهادة ان لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله واقام الصلاة وايتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان (رواه الترمذي ومسلم)

Artinya : “Dari Abi Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al Khattab Radhiyallahu Anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. Islam dibangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, haji ke baitullah dan puasa ramadhan” ( HR. At-Tirmidzi dan Muslim).

1. Menggucap Dua Kalimah Syahadat

Kalimat syahadat merupakan dua kalimat syahadat tauhid dan syahadat rasul yang berbunyi Asyhadu an la ilaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah

( أشهد ان لا اله الا الله وأشهد ان محمدا رسول الله )

Artinya : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Syahadat yaitu konsekuensi seorang muslim untuk mengucapkan dengan lisan, dengan pembenaran di dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan serta perbuatan yang sejalan dengan perintah Allah SWT.

Adapun orang yang mengikrarkan kalimat syahadat tanpa ada pembenaran serta bukti perbuatan dengan perintah Allah SWT maka tidak ada manfaat sama sekali ucapan syahadatnya.

Setelah seseorang sudah berniat dan mengucapkan dua kalimat maka perlu dibuktikan dengan perilaku yang sejalan dengan perintah Allah SWT dan Rasulnya.

Perilaku tersebut yaitu menjalankan kewajiban-kewajiban, larangan-larangan, sunnah-sunnah yang dibebankan kepada seorang muslim tersebut.

2. Mendirikan Shalat

Mendirikan Shalat

nu.or.id

Shalat adalah rukun Islam yang kedua, shalat merupakan pembuktian keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Maka dari itu jika dikatakan bahwa shalat yaitu prioritas utama dalam islam, sangat betul dan sejalan dengan rukun Islam.

Umat muslim mempunyai kewajiban mendirikan sholat dalam sehari semalam dengan jumlah 5 waktu. Seperti subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan Isya’.

Seperti yang telah disebutkan dalam sabda nabi kepada sahabat Muadz bin Jabal ketika diutus menyampaikan Islam ke daerah Yaman yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

أخبرهم ان الله تعالى قد فرض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة (رواه البخاري)

Artinya : “Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Ta’la mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam” (HR. Al Bukhari).

3. Puasa pada Bulan Romadhon

Puasa yaitu rukun Islam yang ke tiga. Diwajibkan pada bulan sya’ban tahun ke 2 hijriyah dan memiliki tiga rukun. Yaitu, orang yang berpuasa, niat serta menahan sesuatu dari yang membatalkan puasa.

Kewajiban puasa ini telah disampaikan Allah dalam firman-Nya di Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 :

يا ايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون ( البقرة : ۱۸۳)

Artinya : “Dalam praktiknya puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta semua hal yang dapat membatalkan puasa yang dimulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari” (QS Al-Baqarah : 183).

Niat puasa romadhon

Niat puasa ramadhan harus dilakukan pada malam hari (setelah memasuki waktu maghrib dan sebelum memasuki waktu imsak.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍّ عَنْ أَدَءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin an ada’i fardhi syahri romadhona hadhihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya : “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

4. Mengeluarkan Zakat

Mengeluarkan Zakat

islami.co

Menunaikan zakat merupakan kewajiban orang muslim dan zakat yaitu sebuah rukun Islam yang ke empat.

Perlu kita ingat bahwa kewajiban zakat tidak melulu pada zakat fitrah yang dikeluarkan pada saat idul fitri. Akan tetapi zakat merupakan kewajiban bagi orang muslim yang sudah memenuhi syarat.

Yaitu meliputi zakat perdagangan, zakat emas, perak, peternakan dll. Dasar hukum mengenai kewajiban zakat telah tertulis di dalam Al-Qur’an di beberapa surat,

  • QS. Al-Baqarah : 43 & 83,
  • QS. An-Nisa’ : 77,
  • QS. Al-Hajj : 78,
  • QS. Al-Mujadalah : 13, dan
  • QS. Al-Muzammil ayat 20 yang berbunyi وأتوا الزكاة (dan tunaikanlah zakat).

Zakat merupakan pembersih dari kotoran-kotoran yang ada dalam harta kita. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103.

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ  (التوبة : ۱۰۳)

Artinya : “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”(QS. At-Taubah : 103).

Zakat fitrah

Zakat fitrah merupakan kewajiban yang dibebankan kepada umat muslim, dan dikeluarkannya selama satu tahun sekali. Dikeluarkan pada saat malam hari raya atau dapat dikeluarkan mulai awal puasa.

Pembayaran zakat fitrah menggunakan makanan pokok negara atau wilayah masing-masig (qutil balad).

Seperti di Indonesia bagian barat yang kebanyakan menggunnakan beras maka zakatnya menggunakan beras.

Begitu juga dengan yang menggunakan sagu untuk makanan pokok. Banyaknya zakat fitrah yang dikeluarkan yaitu 2,5 Kg.

  • Niat mengeluarkan zakat fitrah

نَوَيْتُ عَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الْفِطْرِ لِنَفْسِيْ فَرْضاً لله تعالى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri linafsi fardho lilla ta’ala

“Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya, fardhu, lillahi ta’ala”.

5. Menunaikan Haji

Menunaikan Haji

labbaik.id

Haji yaitu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan ruh, badan dan harta. Rukun Islam yang ke lima ini bahwa Allah telah mewajibkan untuk setiap umatnya agar dapat berhaji sekali seumur hidup.

Ada beberapa syarat haji diantaranya yaitu

  1.  Beragama Islam.
  2.  Baligh (sudah mencapai usia yang dikatakan dewasa).
  3.  Aqil (berakal sehat).
  4.  Merdeka (bukan budak atau hamba sahaya).
  5.  Istita’ah (mampu untuk melakukan kewajibannya).

Rukun Iman

Rukun iman

kangsantri.id

Seseorang dikatakan mukmin yaitu jika seorang tersebut percaya kepada Allah SWT, Malaikat, kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, hari kiamat, serta qadak dan qadar.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam (QS. Al-Baqarah : 177 & 285), dan (QS Al-Qamar : 49). Rasulullah juga menjelaskan tentang iman ada enam perkara dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

الإِيْمَانُ اَنْ تُؤْمِنَ بِا اللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ وَ تُؤْمِنُ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (رواه مسلم)

Artinya: ” Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”

1. Iman kepada Allah SWT

Iman kepada Allah harus secara totalitas, baik dalam pengertian global maupun terperinci. Maksud dari secara global yaitu meyakini bahwa Allah memiliki sifat sempurna dan jauh dari kekurangan.

Sedangkan yang dimaksud dengan meyakini Allah secara rinci / mendalam merupakan keyakinan terhadap sifat-sifat wajib Allah dan sifat mustahil Allah.

Salah satu tanda seseorang beriman kepada Allah adalah ketika disebut nama Allah akan bergetar hatinya.

Hal ini difirmankan Allah dalam QS. Al-Anfal ayat 2.

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal”

  • Sifat wajib Allah

Allah memiliki sifat wajib yang pasti ada dan melekat padadzat Allah. Sifat tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Wujud
    2. Qidam
    3. Baqa’
    4. Mukhalafatu lil hawadits
    5. Qiyamuhu binafsihi
    6. Wahdaniyah
    7. Hayat
    8. Ilmu
    9. Qudrah
    10. Iradah
    11. Sama’
    12. Bashor
    13. Kalam
    14. Hayyun
    15. Alimun
    16. Qadirun
    17. Muridun
    18. Sami’un
    19. Bashirun
    20. Mutakallimun.
  • Sifat mustahil Allah

Sifat mustahil yaitu lawan dari sifat wajib Allah, maksud lain dari sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin melekat pada dzat Allah. Sifat mustahil tersebut adalah :

    1. Adam
    2. Huduts
    3. Fana’
    4. Mumatsalatu lil hawadits
    5. Ihtiyaju lighoirihi
    6. Ta’adud
    7. ‘Ajzun
    8. Jahlun dan lain sebagainya.
  • Sifat jaiz Allah

Sifat jaiz Allah yaitu hak prerogratif Allah untuk berkehendak atau dalam bahasa pesantren adalah fi’lu kullu mumkinin wa tarkuhu.

Allah memiliki hak untuk menjadikan manusia kaya atau miskin, sholeh atau tidak, semua sesuai dengan kehendak Allah.

2. Iman kepada Malaikat

Malaikat yaitu mahluk yang sangat lembut tercipta dari nur yang tidak butuh makan minum dan hanya melakukan apa yang diperintah Allah sampai hari kiamat.

Malaikat tidak bisa dilihat oleh manusia melainkan para anbiya’ karena sifat dari wujud malaikat yang sangat lembut. Maka dari itu seorang muslim diwajibkan untuk mengimani malaikat.

Penciptaan malaikat dari nur telah dijelaskan oleh nabi dalam sabdanya :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم , خلقت الملائكة من نور وخلق الجان من مارج من نار , وخلق ادم مما وصف لكم (رواه مسلم)

Artinya : Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR muslim)

3. Iman kepada Kitab-kitab

Iman kepada Kitab-kitab

slideshare.net

Islam adalah agama penyempurna terhadap agama sebelumnya. Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah untuk umat muslim.

Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah oleh masing-masing umat.

Nama-nama kitab Allah

Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa Allah telah menurunkan kitab untuk dijadikan pedoman pada setiap masanya dan umat muslim wajib mengimaninya.

Dalam QS. Al-Maidah ayat 48 telah disebutkan :

وانزلنا اليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه…..(المائدة : ۴۸)

“Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kitab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).

  • Taurat

Kitab Taurat adalah wahyu diturunkan kepada Nabi Musa as. berisi pedoman bagi kaum Bani Israil yang dikenal dengan The Ten Commendement (10 perintah Tuhan).

Kitab Taurat telah memberi isyarat mengenai lahirnya nabi dari Bani Ismail yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Selain itu juga memberi isyarat akan adanya syariat yang baru (Islam) yang akan menuntun kita kepada surganya Allah.

  • Zabur

Kitab Zabur adalah wahyu diturunkan kepada Nabi Daud as. untuk pedoman bagi umat Nabi Daud as. yang disebut juga dengan Mazmur.

Kitab zabur diturunkan tidak mengajarkan syariat karena masih menggunakan syariat Nabi Musa as. Kitab Zabur berisi tentang do’a-do’a, dzikir, nasehat, dan hukum.

  • Injil

Kitab Injil adalah wahyu diturunkan kepada Nabi Isa as. yang berbahasa ibrani berisi ajaran untuk hidup dengan zuhud, menjauhi kerusakan dan ketamakan dunia.

Selain itu juga mengajarkan keesaan tuhan dan menjelaskan adanya nabi terakhir bernama Ahmad atau Muhammad.

  • Al-Qur’an

Kitab Al-Qur’an adalah mu’jizat terbesar Nabi Muhammad. Kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Maidah ayat 48 di atas.

Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril untuk umat manusia.

Al-Qur’an mempunyai banyak sekali keistimewaan diantara adalah mendapatkan pahala jika dibaca terlepas paham dari isinya atau tidak.

4. Iman kepada Rasul

Iman kepada rasul adalah mengimani bahwa Allah mengutus rasul sebagai rahmat. Memberikan kabar bahagia bagi orang-orang yang baik dengan pahala, mengancam bagi orang-orang yang buruk dengan ancaman siksa.

Menjelaskan apa yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatan manusia untuk agama dan dunianya.

Nama-nama rasul

Rasul di dalam Al-Qur’an disebutkan terdapat 25. Yaitu, Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syuaib, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad SAW.

  • Sifat wajib rasul

Bagi rasul memiliki sifat wajib yang pasti ada pada diri rasul. Yaitu sifat yang jumlahnya ada 4 yaitu, shidiq, amanah, tabligh, fathonah.

  • Sifat mustahil rasul

Bagi seorang rasul tidak mungkin mempunyai sifat-sifat mustahil yang jumlahnya empat. Sifat tersebut adalah : bohong, maksiat, cacat/kurang, bodoh.

  • Sifat jaiz rasul

Rasul merupakan manusia biasa yang istimewa karena kenabian dan wahyu yang diberikan Allah kepadanya.

Maka dari itu rasul juga mempunyai sifat yang sama dengan manusia yang lain seperti makan, minum, tidur, bekerja, dan lain sebagainya.

5. Iman kepada Hari Kiamat

Iman kepada hari akhir yaitu mengimani seluruh proses menuju akhirat. Proses tersebut mencakup mulai dari pertanyaan di dalam kubur, bangkitnya dari kubur, hizab dan mizan, penyerahan cacatan kehidupan di dunia, melewati sirath, surga dan neraka.

6. Iman kepada Qadak dan Qadar

Terakhir, umat Islam mesti mengimani adanya qada dan qadar yang baik maupun yang buruk. Allah sudah menetapkan baik dan buruknya takdir untuk umat-Nya.

Dengan beriman pada qada dan qadar, setiap orang yang beragama Islam harus berusaha dan juga berserah diri pada ketetapan Allah, apapun yang terjadi.

Setiap orang juga harus berprasangka baik pada ketetapan Allah, baik dan buruknya, merupakan sesuatu yang baik untuk umatnya yang beriman dan bertakwa.

Demikian pembahasan mengenai rukun iman dan rukun Islam. Semoga kita selalu dalam rahmatnya sehingga selalu dalam keadaan iman dan Islam. Amin.

Leave a Reply

%d bloggers like this: