Pertempuran Ambarawa 20 November 1945, Pemimpin, Tokoh-tokoh, dan Kronologi Pertempuran

Pertempuran Ambarawa-Suatu Negara yang bijak adalah Negara yang mengenal masa lalunya (sejarah). Mengapa kita sebagai satu kesatuan negara indonesia harus mengenal sejarah negara kita sendiri??

Pertempuran Ambarawa

pertempuran ambarawa

Buih Kata – blogger.com

Karena satu hal ” Sejarah itu akan berulang kembali”. Segala kejadian, hal yang pernah terjadi di masa lampau, suatu saat akan terjadi pula di masa berikutnya dengan bebrapa variasi namun esensinya tetap sama. Selanjutnya kita akan belajar dari masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan pendahulu.

Selain itu, dengan mengenal, mempelajari catatan sejarah, kita akan timbul rasa menghargai atas apa yang kita miliki sebagai bangsa. Betapa besar pengormaban dan perjuangan para pahlawan juga pendekar dalam rangka untuk merebut kemerdekaan bangsa ini. Pengorbanan jiwa raga, harta, dan nyawa. Semua itu harus kita sadari, hormati dan kita jadikan sebagai teladan yag baik dalam hidup kita.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tpi selama ia tak menulis, ia akn hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."
  • Pramoedya Ananta Toer

Kapan Petempuran Ambarawa Terjadi

Kapan Petempuran Ambarawa Terjadi

kebumen2013.com

Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945 dan berakhir sampai dengan tanggal 15 Desember 1945, antara pasukan TKR (indonesia) melawan pasukan sekutu (inggris). Ambarawa merupakan sebuah kota yang terletak diantara dua kota yakni Semarang dan magelang, juga diantara Semarang dan Salatiga.

Peristiwa ambarawa ini dilatarbelakangi oleh mendaratnya pasukan Inggris dari Divisi India ke-23 di kota Semarang pada tanggal 20 oktober 1945. Pemerintah Indonesia memperkenankan sekutu untuk mengurus tawanan perang yang saat itu berada di penjara Magelang dan Ambarawa.

Kedatangan pasukan Inggris kemudian diikuti oleh pasukan NICA. Sekutu mempersenjatai para bekas tawanan perang Eropa tersebut, sehingga pada tanggal 26 Oktober 1945 terjadi sebuah insiden dikota Magelang yang kemudian sampai pada puncaknya terjadi pertempuran antara pasukan TKR melawan pasukan sekutu (Inggris).

Insiden tersebut bisa reda berakhir setelah Presiden Ir. Soekarno (indonesia) dan Brigadir Jenderal Bethell (Sekutu) datang ke Magelang pada tanggal 2 November 1945. Akhirnya mereka mengadakan perundingan gencatan senjata dan memperoleh kata sepakat antara kedua pihak yang dituangkan da1am 12 pasal. Naskah persetujuan tersebut berisi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pihak Sekutu akan tetap menempatkan pasukannya di Magelang untuk melakukan kewajibannya melindungi dan mengurus evakuasi pasukan Sekutu yang ditawan pasukan Jepang (RAPWI)
  2. Palang Merah (Red Cross) yang menjadi bagian dari pasukan Inggris.
  3. Jumlah pasukan Sekutu dibatasi sesuai dengan tugasnya.
  4. sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dan badan-badan di bawahnya
  5. Jalan raya Ambarawa dan Magelang terbuka sebagai jalur lalu lintas Indonesia dan Sekutu.
  6. Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dan badan-badan yang ada di bawahnya.
Hanya mereka yg mengenal trauma, mereka yg pernah dicakar sejarah, tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia"
  • Goenawan Mohamad

Tokoh Pertempuran Ambarawa

Tokoh Pertempuran Ambarawa

Pecinta Militer.com

Adapun tokoh-tokoh terkenal dalam pertempuran di ambarawa adalah sebagai berikut:

  1. Letkol Isdiman, gugur medan pertempuran ambarawa
  2. Kolonel Sudirman, pemimpin pasukan Indonesia menggantikan Isdiman yang gugur dahulu
  3. M Sarbini, Pemimpin TKR Resimen magelang
  4. Brigadir Bethel, Pemimpin tentara Inggris
“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rampuh."

Dee Lestari

Penyebab Pertempuran Ambarawa

Penyebab Pertempuran Ambarawa

http://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.co.id

Penyebab terjadinya pertempuran ambarawa adalah karena pihak ternyata tidak menepati perjanjian yang telah disepakati. Pada tanggal 20 November 1945. Pertempuran Ambarawa pecah pertempuran antara TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto dan pihak Inggris. Pada tanggal 21 November 1945, pasukan Inggris yang berada di Magelang ditarik mundur ke Ambarawa di bawah lindungan pesawat tempur.

Namun, tanggal 22 November 1945 pertempuran berkobar dalam kota dan pasukan Inggris melakukan genjaran terhadap perkampungan di sekitar Ambarawa. Pasukan TKR yang berada di Ambarawa bersama dengan pasukan TKR dari Salatiga, Boyolali, dan Kartasura bertahan di kuburan Belanda, sehingga membentuk garis medan di sepanjang rel kereta api yang membelah dua kota Ambarawa.

 

Pertempuran Ambarawa dipimpin Oleh

Pertempuran Ambarawa dipimpin Oleh

jagosejarah.blogspot.com

Perang di ambarawa dipimpin oleh kolonel sudirman, Sedangkan dari arah Magelang pasukan TKR Divisi V/Purwokerto di pimpin oleh Imam Androngi yang melakukan serangan fajar pada tanggal 21 November 1945. Serangan tersebut bertujuan untuk memukul mundur pasukan Inggris yang berada di desa Pingit.

Pasukan yang dipimpin oleh Imam Androngi ini herhasil menduduki desa Pingit dan melakukan perebutan terhadap desa-desa yang berada disekitarnya. Batalion Imam Androngi meneruskan gerakan pengejarannya terhadap Sekutu. Kemudian Batalion Imam Androngi diperkuat tiga batalion dari Yogyakarta, yaitu batalion Sugeng Batalion 10 di bawah pimpinan Mayor Soeharto dan Batalion 8 di bawah pimpinan Mayor Sardjono.

Akhirnya pihak Sekutu terkepung, meskupun demikian, pasukan musuh mencoba untuk menerobos kepungan itu dengan cara melakukan gerakan melambung dan mengancam kedudukan pasukan TKR menggunakan alat-alat berat (tank) dari arah belakang.

Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, pasukan TKR mundur ke Bedono. Dengan bantuan Resimen 2 yang dipimpin oleh M. Sarbini, Batalion Polisi Istimewa dipimpin oleh Onie Sastroatmojo, dan batalion dari Yogyakarta mengakibatkan gerakan Sekutu berhasil ditahan di desa Jambu. Di desa Jambu ini, para komandan pasukan melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kolonel Holland Iskandar.

Rapat tersebut menghasilkan pembentukan komando yang disebut “Markas Pimpinan Pertempuran”, yang bertempat dikota Magelang. Sejak saat itu, Ambarawa dibagi atas empat sektor, yaitu sektor utara, sektor selatan, sektor timur, dan sektor barat. Kekuatan pasukan tempur disiagakan secara beberganti-gantian.

Pada tanggal 26 November 1945, pimpinan pasukan dari Purwokerto Letnan Kolonel Isdiman (Indonesia) gugur maka sejak saat itu Kolonel Sudirman Panglima Divisi V di Purwokerto mengambil alih pimpinan pasukan. Situasi pertempuran menguntungkan pasukan TKR Indonesia.

Tangisan Air mata Bunda “Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Seonggok Cacian selalu menghampirimu secerah hinaan tak perduli bagimu selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku mencari harapan baru lagi bagi anakmu Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku tapi keinginan hatimu membahagiakan aku Dan yang selalu kau berkata padaku Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku" Oleh: Monika Sebentina.

Kronologi Puncak Petempuran Ambarawa

Kronologi Puncak Petempuran Ambarawa

pinterest.com

Pada akhirnya Sekutu terusir dari Banyubiru pada tanggal 5 Desember 1945. Setelah mempelajari situasi medan pertempuran, pada tanggal 11 Desember 1945 Kolonel Sudirman mengambil prakarsa untuk mengumpulkan setiap komandan sektor. Dalam kesimpulannya dinyatakan bahwa sekutu telah terdesak sehingga perlu dilaksanakan serangan yang terakhir. Rencana serangan disusun sebagai berikut.

  1. Serangan dilakukan serentak dan mendadak dari semua sector.
  2. Setiap komandan sektor memimpin pelaksanaan serangan.
  3. Pasukan badan perjuangan (laskar) menjadi tenaga cadangan.
  4. Hari serangan dilangsungkan pada tanggal 12 Desember 1945, pukul 04.30.

Akhir dari Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 12 Desember 1945 dini hari, pasukan TKR Indonesia bergerak menuju pos-posnya masing-masing. Dalam waktu setengah jam pasukan TKR berhasil mengepung pasukan musuh yang ada di dalam kota. Pertahanan Sekutu yang terkuat diperkirakan di Benteng Willem yang terletak di tengah-tengah kota Ambarawa.

Kota Ambarawa dikepung selama empat hari empat malam. Musuh yang merasa kedudukannya semakin terdesak berusaha keras untuk mundur dari medan pertempuran. Pada tanggal 15 Desember 1945, musuh meninggalkan kota Ambarawa dan mundur kekota Semarang.

“Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan kita dengan sejarah. Tapi pada saat yang sama, selalu ada yang membuat masa lalu berharga justru dalam kerapuhan manusia."
  • Goenawan Mohamad

Demikianlah kronologi pertempuran ambarawa yang dapat kami cantumkan sekiranya dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih ..

Leave a Reply