kisah sukses,kamu bisa mengejar kesuksesanmu dengan berdiri di atas kakimu sendiri tanpa berlindung dibawah ketiak keluarga.

Saat kita dilahirkan ke dunia, kita tidak bisa memilih ingin lahir dari keluarga seperti apa, siapa dan bagaimana keadaan mereka.

Kisah Sukses

Tapi, kita bisa menentukan langkah selanjutnya. Keluarga seperti apakah yang ingin kita bangun nanti?

Sebebenarnya kita bisa memutuskan rantai kesulitan, sehingga sudah cukup sampai disini saja kita merasakan bagaimana diremehkan orang lain, makan seadanya, tidur seadanya juga, bagaimana susahnya mengenyam pendidikan bagi kita yang tidak terlahir dari keluarga mampu.

Biarkan hati kita lapang dan ikhlas menerima segala ketentuan dari-Nya, karena kesuksessan dan kenikmatan hanya untuk orang-orang yang pandai bersyukur.

1. Ketahuilah, bagaimanapun keadaan keluargamu??. Tuhan tidak pernah berniat buruk terhadap hamba-Nya.

jangan menyerah

From: Kompasiana.com

 

kenapa? Karena di mata Tuhan, kamu adalah ciptaan-Nya yang tangguh. Kamu bisa berjuang lebih keras, berusaha lebih cerdas dan lebih banyak berdo’a lagit.

Tuhan tidak menjatuhkanmu, tapi Dia memberimu kesempatan yang besar supaya kamu bisa mengejar mimpimu tanpa embel-embel nama besar orang tua, kamu bisa mengejar kesuksesanmu dengan berdiri di atas kakimu sendiri tanpa berlindung dibawah ketiak keluarga.

Mungkin, tidak jarang segala keluhan kerap mewarnai hari-hari kita, sesekali menyalahkan kondisi keluarga untuk setiap kegagalan yang diterima.

Kamu tidak bisa mengenyam pendidikan di tempat yang kamu harapkan karena orang tua tidak memiliki biaya yang cukup untuk itu, kamu tidak mempunyai jaringan dengan orang penting karena orang tuamu bukan siapa siapa dimata mereka, dan masih banyak hal lain yang kamu lemparkan pada nasib orang tuamu.

Bahkan hingga menyalahkan Tuhan.

“Tuhan, mengapa orang tuaku bukan seorang presiden, dokter atau pengusaha?"

“Mengapa saya harus tumbuh bersama keluarga yang tidak mapan?"

“Mengapa harus mereka?"

Dan sejuta pertanyaan mengapa lainnya, yang kan membuat dadadmu sesak. Seakan tidak ada rasa kebanggaan terhadap orang tuamu yang telah berjuang begitu keras untuk kehidupanmu yang lebih baik dari mereka.

Padahal , siapapun orang tuamu. Entah itu hanya seorang petani biasa, buruh, tukang, kuli atau supir. Mereka tetap seseorang yang hebat.

Kenapa? Karena semua perkataan dan do’a mereka akan didengar Tuhan, tanpa melihat jumlah kekayaannya, tingkat pendidikan, profesi apalagi jabatannya. Untuk itu mulai sekarang dan seterusnya, peliharalah hubungan baikmu dengan orang tua.

Hubungan baikmu dengan orang tua akan menentukan besarnya keberkahan, kesuksessan hidup yang kamu dapat.

2. Banyak orang sukses yang berjuang dari nol, lahir dari penderitaan dan cacian.

suksess di masa depan

From: meraihmimpi.com

Pohon yang tumbuh besar menjulang itu berawal dari biji yang kecil, gedung tinggi yang dikagumi itu berawal dari sebongkah bata.

Proses yang panjang dan tidak mudah, itulah ternyata yang menjadikan sesuatu menjadi menakjubkan. Dan orang-orang suksess yang kamu lihat pun mempuyai cerita dukanya masing-masing.

Bahkan mungkin lebih duka dari hal-hal yang paling duka dalam kehidupan kita. Lebih menderita lagi dari kita yang seringkali merasa menjadi orang paling menderita sedunia.

Mungkin kita hanya direndahkan, tapi mereka dicaci, diludahi, bahkan sampai harga dirinya diinjak-injak.

Mungkin kita hanya makan tempe atau tahu seadanya, tapi mereka pernah hanya makan dengan garam dan singkong bahkan merasakan tidak makan berhari-hari.

Mungkin kita hanya mempunyai orang tua sederhana, namun mereka bahkan kehilangan orang tua mereka dan hidup sebatang kara.

Bedanya, mereka menjadikan itu semua sebagai pelecut untuk bisa meraih kesuksesan. Merubah nasib mereka dan mengangkat derajat keluarga mereka.

Bukan hanya dengan mengutuki diri, hanya mengeluh tanpa berbuat apa apa. Lalu dikalahkan oleh keadaan.

Maka sahabat-sahabt Muda .. Segeralah bertindak, karena waktu akan terus Berputar tanpa pernah menunggu kita. Tanpa pernah menunggu kesiapan kita.

3. Gapailah kesuksesanmu bukan untuk dirimu sendiri!