Contoh Laporan PKL atau Prakerin yang Benar Sesuai EYD [+File PDF]

Contoh Laporan- Untuk kamu yang masih yang masih bingung dalam membuat Laporan PKL atau prkerin, silahkan simak artikel berikut ini, karena dalam artikel ini akan dibahas tuntas mengenai pedoman membuat Laporan PKL, contoh laporan pkl/prakerin yang baik dan benar.

Para peserta kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan laporan ini. Laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) ini nantinya disusun saat para peserta selesai menyelesaikan kegiatan secara langsung di tempat praktek kerjanya sesuai dengan jurusan yang diambil.

Contoh Laporan PKL/prakerin

contoh laporan pkl

youthincmag.com

Hasil laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan)/Prakerin haruslah disusun berdasarkan kaedah ilmiah seperti jenis huruf, format tulisan, dan batas ukuran halaman harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Bagi dunia pendidikan, hasil laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) sangat berguna sebagai salah satu hasil penelitian ilmiah. Hasil laporan ini bisa digunakan untuk menciptakan inovasi penemuan baru dalam dunia pengetahuan yang mengaitkan antara dunia kerja dengan teori ilmu pengetahuan.

Yang harus kamu susun dalam membuat laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Cover

Cover adalah halaman depan dari sebuah laporan pkl. Pada halaman depan (sampul) cover berisi judul, logo sekolah, biodata pembuat, tahun penulisan laporan tersebut dibuat. Jika kamu masih bingung bisa langsung lihat contohnya di bawah

  1. Daftar Isi

Daftar isi adalah gambaran menyeluruh tentang isi sebuah laporan yang mempunyai halaman supaya pembaca mudah dalam memahami serta mencari isi laporan tersebut

Didalam Daftar isi terdapat :

1). BAB 1 Pendahuluan

Dalam daftar isi berisikan latar belakang, dasar hukum, maksud dan tujuan diadakannya penelitian, dan metode pengumpulan data. penjelasan :

  • Latar Belakang: berisikan latar belakang perusahaan yaitu tempat dimana kamu PKL (Praktek Kerja Lapangan).
  • Dasar Hukum: berisikan UU yang digunakan sebagai dasar dalam kegiatan operasional perusahaan
  • Maksud dan Tujuan: berisikan maksud dan tujuan kenapa kamu melaksanakan kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan).
  • Metode Pengumpulan Data: berisikan dari mana data Pkl (praktek kerja lapangan) itu kamu kumpulkan

2). BAB 2 Gambaran Umum dari Perusahaan /Instansi yang kamu tempati

berisikan Sejarah berdirinya Perusahaan (secara umum), dan Struktur Organisasi dalam perusahaan tersebut, penjelasan :

  • Sejarah Prusahaan: berisikan sejarah perusahan mulai dari lahirnya perusahan (detail), visi dan misi perusahaan.
  • Struktur Organisasi: berisikan struktur organisasi dalam perusahaan tersebut mulai dari direktur utama, kepala divisi, hingga sub bagian yang paling bawah.

3). BAB 3 Laporan Kegiatan: berisikan Pelaksana Kegiatan dan Hasil Kegiatan, penjelasan :

  • Pelaksana Kegiatan: berisikan kegiatan atau tugas PKL (Praktek Kerja Lapangan) kamu mulai dari awal kamu mulai sampai selesai.
  • Hasil Kegiatan: berisikan rincian hasil kegiatan yang kamu dapat selama melakukan/menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan).

4).BAB 4 Penutup: berisikan Kesimpulan dan Saran, penjelasan :

  • Kesimpulan: berisikan Kesimpulan perusahaan tempat kalian menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan). (kesimpulan dari BAB 1, BAB 2,dan BAB 3)
  • Saran: berisikan saran dari kamu untuk sekolah tempat kamu belajar dan perusahaan tempat kamu menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan)
  1. Lembar Pengesahan

kata pengantar berisi Judul sebuah laporan pkl, identitas penyususn, serta tanggal pembuatan laporan yang ditanda tangani oleh pihak tertentu, seperti pengajar/pembimbing.

  1. Kata Pengantar

Kata pengantar disini berisi tentang ungkapan dari penulis mengenai karya atau laporan yang ditulisnya.

  1. Isi

Isi merupakan bagian sebuah laporan dalam bagian isi inilah inti laporan pkl/prakerin diruliskan, Pada bagian ini akan ada banyak BAB yang dibahas.

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi tentang sumber referensi dari penulis dalam menyusun laporan yang harus dicantumkan. lebih jelasnya sudah saya sertakan dalam contoh dibawah

  1. Lampiran

merupakan data-data yang mungkin terlalu banyak apabila dimasukkan dalam halaman utama/dokumen, dalama bagian lampiran ini dapat berisi tulisan, gambar, atau penjelsan lebih lanjut mengenai suatu topik tertentu dalam sebuah laporan.

Contoh Laporan Pkl (praktek Kerja Lapangan)/Prakerin (praktek Kerja Perindustrian)

Berikut merupakan contoh laporan pkl, contoh ini dapat kamu jadikan pedoman untuk membuat karya laporanmu yang baik dan benar.

Akan tetapi sekarang ini kami hanya memberikan satu contoh saja buat kamu jadiin pedoman, sebenarnya ada banyak contoh laporan pkl seperti, Contoh laporan pkl mahasiswa, smk,tkj,akuntansi,administrasi perkantoran,otomotif,teknik informatika dan masih banyak lagi.

Walau pembahasannya beda, pedoman ini juga bisa kamu gunakan kepada hampir seluruh laporan pkl/prakerin strukturnya sama yang membedakan hanyalah isinya saja. jadi kamu hanya tinggal menngganti isinya saja tanpa perlu merubah strukturnya.

Catatan : Disini kami hanya berniat membantu teman-teman dalam mencari informasi berbasis online melalui tulisan-tulisan dan perlu diingat juga kalau dibawah ini adalah contoh, apabila terdapat kesamaan nama atau lembaga yang bersangkutan mohon dimaklumi atau bisa memberikan kometar diwaha agar saya perbaiki. Terimaksih

Langsung saja inidia contoh laporan pkl/prakerinnya :

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI Departemen KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

JL.Sudirman NO.22

Pengaruh pemberian Insentif terhadap Kinerja karyawan di Depkominfo

laporan prakerin

OLEH :

Aisyah Nur Halimah

12.22.0057

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

INTERNATIONAL BUSSINESS MANAGEMENT INDONESIA

(STIE IBMI)

 

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kepada ALLAH SWT. yang telah memberikan nikmat kepada penulis berupa kesehatan, kesempatan sehingga penulis mampu menyelesaikan Laporan Kerja Lapangan ini.

Laporan Kerja Lapangan ini berjudul Analisis Laporan Keuangan di Departemen Komunikasi dan Informatika . Kerja praktek lapangan ini sudah penulis laksanakan dengan baik di Departemen Komunikasi dan Informatika (DEPKOMINFO) , yang berlokasi di jalan Sudirman No.22.

Laporan Kerja Lapangan ini merupakan tugas yang merupakan keharusan untuk diselesaikan oleh setiap Mahasiswa Jurusan Ekonomi program S1 di International Business Management Indonesia.

Tujuan utama dari kerja lapangan ini adalah untuk memantapkan pembelajaran teori dan praktek yang sudah dipelajari sebelumnya di kampus serta mengaplikasikannya di lapangan.

Sesuai dengan judul laporan ini , penulis hanya membahas tentang Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja karyawan di Depkominfo serta hal yang berhubungan dengan topik tersebut.

Dalam proses pembuatan laporan ini tak lupa saya menghaturkan terimakasih kepada kedua orang tua saya yang telah banyak memberikan dorongan semangat dari awal hingga akhir penyusnan laporan ini.

Tak lupa, saya juga berterimakasih kepada teman-teman di kampus yang telah memberikan dorongan kepada saya berupa moril dan material serta informasi yang sangat bermanfaat bauat saya.

Juga dengan segala hormat saya ucapkan banyak terimah kasih kepada bapak-bapak dosen di IBMI Pasuruan sehingga kami dapat menerapkan ilmu yang bapak berikan pada kami.

Ucapan terimah kasih ini juga saya ucapkan kepada :

  1. Bapak DR. Marwan Hanif M.Si, selaku ketua dari STIE IBMI Pasuruan.
  2. Bapak Said M.M, selaku ketua program Study Ekonomi Akuntansi.
  3. Ibu Tasya asari , SE,Ak selaku Dosen PA saya.
  4. Bapak Suprastowo, SE selaku dosen pembimbing yang meluangkan waktu kepada penulis dalam rangka penyelesaian laporan PKL ini.
  1. Bapak Drs.Syamsudin , M.AP selaku kadis depkominfo yang telah memberi izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian.
  1. Ibu Dewiselaku Kasubag umum atas bimbingan pkl ini.
  2. Ibu H.Tatik selaku pembimbing pkl ini.
  3. Para staf karyawan di departemen kominfo terimah kasih telah membantu penulisan laporan PKL ini.
  1. Orang tua serta teman-teman yang senantiasa mendukung penulis baik secara moril maupun materil.

Penulispun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dengan segala kekurangannya. Untuk itu penulis berharap adanya kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan laporan kerja praktek ini.

Akhir kata penulis berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa-mahasiswi dan pembaca sekaligus untuk menambah pengetahuan tentang Praktek Kerja Lapangan.

Pasuruan, 22 november 2012

Penulis

Aisyah Nur Halimah

 

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar …………………………………………………………………………. i

Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………….. v

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………….. vi

DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………………….vii

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………1

1.2 Tujuan dan Manfaat PKL ……………………………………………………………..2

1.3 Waktu dan Tempat PKL ……………………………………………………………..4

1.4 Perumusan Masalah …………………………………………………………….4

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pemberian Insentif terhadap kinerja

menurut Para Ahli ………………………………………………………………………..5

 

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1 Sejarah Terbentuknya Departemen Komunikasi

Dan Informatika …………………………………………………………………..8

3.2 Lambang dan Logo Kota Pasuruan …………………………………………..10

3.3 Setruktur Organisasi Depkominfo …………………………………………….1

3.4 Visi, Misi Dan Tujuan Organisasi …………………………………………………27

 

BAB IV

PELAKSANAAN PERAKTEK KERJA LAPANGAN

4.1 Kegiatan Selama Melakukan PKL ………………………………………………30

4.2 Pengaruh Penambahan Insentif

Terhadap Kinerja karyawan ……………………………………………………………..33

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………….36

5.2 Saran ……………………………………………………………………………..36

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………..39

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Agar dapat mengikuti perkembangan yang ada dan tercapainya tujuan suatu perusahaan maka perlu adanya suatu motivasi supaya karyawan dapat bekerja dengan baik, salah satu motivasi itu adalah dengan memenuhi keinginan-keinginan karyawan antara lain:

upah atau gaji yang baik, keamanan dalam bekerja, penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan, suasana kerja yang kondusif,pimpinan yang adil dan bijaksana, pengarahan dan perintah yang wajar,

Lembaga atau tempat kerja yang dihargai masyarakat atau dengan mengupayakan insentif yang besarannya proporsional dan bersifat progresif artinya sesuai dengan jenjang karir, karena insentif sangat diperlukan untuk memacu kinerja para karyawan agar dapat selalu berada pada tingkat tertinggi (optimal) sesuai kemampuan masing-masing.

Dengan menurunnya semangat dan produktivitas kerja karyawan maka insentif perlu ditingkatkan untuk menunjang kinerja karyawan dalam meningkatkan hasil produksi.

Dalam peraturan walikota Pasuruan Nomor 26 Tahun 2012 Tentang Tambahan Penghasilan karyawan Pasuruan sipil di Lingkungan Pemerintahan Kota Pasuruan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawan Negeri sipil di lingkungan pemerintah kota Pasuruan,

dapat diberikan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan dari DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pasal 39 ayat 1 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah sebagaimana telah diubah dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 59 tahun 2007.

Dengan maksud untuk memotivasi dan meningkatkan PNS dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan pada pertimbangan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA “

1.2 Tujuan Dan Manfaat PKL

1.2.1 Tujuan Peraktik Kerja Lapangan

Adapun tujuan di adakannya PKL ini adalah untuk lebih memantapkan pemahaman mahasiswa mengenai anggaran yang di butuhkan oleh Departemen Kominfo sehingga mahasiswa tidak hanya mengetahui teori saja akan tetapi juga dapat mengetahui secara langsung mengenai anggaran yang di butuhkan.

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari Praktek Kerja Lapangan ini antara lain adalah:

  1. Menambah pengetahuan (wawasan) dan keterampilan mahasiswi dalam bidang penusunan anggaran setiap tahunnya.
  2. Sebagai salah satu syarat akademik dalam menyelsaikan pendidikan program S-1.
  1. Memperkenalkan mahasiswi pada situasi kerja yang sebenarnya.
  1. Mampu mengadakan perbandingan antara ilmu yang diperoleh di perkuliahan secara teori dangan selama peraktek kerja lapangan.
  1. Mampu menjalin hubungan kerja sama yang baik antara instansi pemerintah dengan STIE IBMI

1.2.2 Manfaat Praktek Kerja Lapangan

1. Bagi Mahasiswa

  • Mahasiswa-mahasiswi bisa mengaplikasikan antara konsep atau teori yang diperoleh dari perkuliahan dengan kenyataan operasional dilapangan kerja sesungguhnya sehingga makna belajar akan lebih tinggi.
  • Mahasiswa-mahasiswi dapat meningkatkan dan memantapkan sikap profesional dalam usaha pembekalan untuk terjun kelapangan pekerjaan yang sebenarnya.
  • Sebagai media untuk mengenal lingkungan kerja yang berbeda dengan lingkungan kampus.

2. Bagi STIE IBMI

  • Merupakan sarana komunikasi langsung antara pihak Fakultas dengan Masyarakat
  • Perguruan Tinggi akan lebih siap dalam proses pendidikan untuk berintegrasi antara mahasiswa dengan para praktisi di lapangan sehingga kurikulum perguruan tinggi dapat di sesuaikan dengan kebutuhan.

3. Bagi Pemerintah

  • Memperoleh tenaga kerja yang terampil tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan dalam melaksanakan tugas yang ada.
  • Terciptanya budaya kerja yang bertanggung jawab dan berguna bagi pemerintah.
  • Sebagai wadah,sarana kerja sama antara pemerintah dengan pendidikan.

1.3 Waktu dan Tempat PKL

Praktek kerja lapangan (PKL) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berlandaskan pada setiap semester genap (awal semester 6) mulai tanggal 22 Maret 2013 sampai tanggal 21 April 2013 dan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dengan jadwal efektif lima hari praktik dalam satu minggu.

Adapun tempat pelaksanaan praktek kerja lapangan ini adalah di Departemen Komunikasi dan Informatika di JL. Sudirman No.22 Pasuruan.

1.4 Perumusan Masalah

Bagaimana Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja karyawan Pada Departemen Komunikasi Dan Informatika ?

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pemberian Insentif Terhadap Kinerja

Manusia sebagai tenaga kerja adalah aset setiap perusahaan, karena manusialah yang akan menentukan peranan sumber daya lainnya yang diikut sertakan dalam proses produksi.

Manajemen sumberdaya manusia merupakan bagian dari manajemen, di mana manajemen sumberdaya manusia ini menitik beratkan perhatiannya pada masalah-masalah manusia dalam hubungan kerja dengan tugas-tugasnya tanpa mengabaikan faktor-faktor produksi yang lain,

sehingga manajemen sumberdaya manusia diartikan sebagai penilaian, pendayagunaan, pemberian balas jasa dan pengelolaan terhadap setiap individu anggota organisasi.

Tugas manajemen yang terpenting adalah mengatur serta mengelola faktor manusia seoptimal mungkin agar bisa memperoleh hasil yang efektif dan efisien dengan jalan menyusun, melaksanakan dan mengembangkan program pembangunan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan organisasi perusahaan.

Manajemen yang khusus menangani serta mengelola unsur manusia disebut manajemen sumberdaya manusia. Dengan mempelajari dan menerapkan manajemen sumberdaya manusia diharapkan tujuan organisasi bisa tercapai secara efisien dan efektif.

]Jadi manajemen sumberdaya manusia mengandung arti pengakuan terhadap pentingnya peran manusia pada organisasi sebagai sumberdaya yang vital dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi.

Berbagai kegiatan dan fungsi personalia untuk menjamin bahwa mereka digunakan secara efektif dan efisien supaya bisa bermanfaat bagi individu, organisasi dan masyarakat.

Pelaksanaan Pemberian Insentif dalam rangka untuk meningkatkan kinerja merupakan suatu aspek dari manajemen sumberdaya manusia, oleh sebab itu perlu diketahui definisi atau pengertian dari manajemen sumberdaya manusia itu sendriri agar dapat lebih memahami maksud serta tujuan dari penelitian ini.

MenurutMalayu S.P Hasibuan (2001: 10), mengemukakan bahwa manajemen sumberdaya manusia: “ adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan organisasi, perusahaan, karyawan, dan masyarakat".

Lebih lanjut menurut Hadari Nawawi (2001: 40), menegaskan bahwa sumberdaya manusia: “adalah potensi yang merupakan aset serta berfungsi sebagai modal non-material atau non-finansial di dalam organisasi bisnis, yang bisa diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi perusahaan".

Ditegaskan pula oleh Mutiara S. Pangabean (2002: 15), mengatakan bahwa manajemen sumberdaya manusia adalah: “ suatu proses yang terdiri dari pengorganisasian, perencanaan, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan evaluasi pekerjaan, analisis pekerjaan, pengadaan, kompensasi,pengembangan, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan".

Menurut Sedarmayanti (2001: 6), mengemukakan bahwa definisi manajemen sumberdaya manusia adalah: “Penarikan (recruitment), seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan individu atau organisasi".

Dari berbagai definisi para ahli tersebut manajemen sumberdaya manusia dapat disimpulkan bahwa manajemen sumberdaya manusia adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankanmengembangkan tenaga kerja, baik dari segi kualitas maupun kuantitas

dengan tetap memperhatikan sifat dan hakekat manusia sebagai anggota organisasi yang bersangkutan secara tepat dan efisien atau dengan kata lain keberhasilan pengelolaan suatu organisasi beserta aktivitasnya sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumberdaya manusia.

Jadi pada dasarnya, manajemen sumberdaya manusia lebih memfokuskan pembahasannya mengenai peranan manusia dalam mewujudkan tujuan yang optimal.

Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebutnya dengan manajemen personalia. Sebenarnya pengertian manajemen personalia tidak ada yang diterima secara umum, karena masing-masing pakar ahli mengemukakan pengertian mereka masing-masing.

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1 Sejarah Departemen Komunikasi dan Informatika

Reformasi telah menyebabkan perubahan-perubahan yang cukup signifikan dalam peta kehidupan bernegara. Salah satu perubahan tersebut terasa dalam pola komunikasi masyarakat antara lain ditandai dengan semakin terbukanya akses informasi dan komunikasi.

Keterbukaan yang ditunjang oleh perkembangan zaman dan teknologi ini mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan hal tersebut meningkat pesat. Keinginan untuk serba terbuka dan transparan menjadi trend yang harus disikapi secara positif oleh Pemerintah,

dengan demikian akan terhindar dari sikap saling mencurigai antara masyarakat dan pemerintah serta tercapainya pengertian antara masyarakat dengan Pemerintah sehingga program-program pembangunan dapat terlaksana dengan baik.

Sebuah kondisi yang kontradiktif kemudian terjadi, setelah Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi mencatumkan beberapa Departemen dalam Kabinet Persatuan Nasional periode 1999-2004 yang diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 26 Oktober 1999 satunya adalah Departemen Penerangan.

Dengan tidak dicantumkannya Departemen Penerangan dalam susunan kabinet pemerintah maka secara Institusi Departemen Penerangan tidak ada, akan tetapi untuk tingkat Pusat keberadaan Departemen Penerangan digantikan dengan Badan Informasi dan Komunikasi Nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 153 Tahun 1999 terhitung dari tanggal 7 Desember 1999,

Sedangkan kelanjutan dari fungsi dan kelambagaan Departemen Penerangan di Daerah dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah. Pembubaran lembaga yang bertugas untuk mengkoorDepartemenikan jalannya informasi dan komunikasi di Indonesia berdampak terjadinya sebuah euphoria kebebasan dimana segala macam informasi yang menyebar dengan cepat tanpa adanya penyaringan lagi,

banyaknya beredar informasi yang kurang bahkan tidak akurat adapula menyesatkan yang kemudian terhambatnya pembangunan. Dalam menyikapi reformasi Sistem Pemerintahan di pusat maka di daerahpun dikeluarkan penyesuaian yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah,

adanya pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah kecuali pada bidang Keamanan, Agama, Keuangan, Hukum/Peradilan dan Luar Negeri. Sehingga Pemerintah Kota Palembang dalam merekonstruksikan Struktur Organisasi Pemerintah Daerah yang disesuaikan pada tuntutan dan kebutuhan Pembangunan di Kota Palembang maka dikeluarkanlah Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2001 tentang Pembentukan, Tugas Pokok, Kedudukan, Fungsi dan Struktur Organisasi Departemen Daerah.

Pada pasal 2 ayat 2 tercantum 19 Departemen Lingkungan Pemerintah Kota Palembang termasuk juga Departemen Informasi dan Komunikasi. Kemudian pada pasal 3 tentang , Tugas Pokok, Kedudukan dan Fungsi Departemen Daerah. Sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan Pemerintah antara Pemerinah, Pemerintahan.

Daerah/Provinsi serta Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Untuk Pemerintahan Kota Palembanga hal ini ditindaklanjuti dengan diadakanya Peraturan Daerah kota Palembang No. 9 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Kedudukan, Fungsi, dan Struktur organisasi Departemen daerah, maka Departemen Informasi dan komunikasi di ubah namanya menjadi Departemen Komunikasi dan Informatika dengan susunan organisasi seperti berikut:

Kepala Departemen, Sekretaris, dan terdiri dari 4 bidang :

  1. Bidang Diseminasi Informasi
  2. Bidang Diseminasi Informasi, Bidang Pemberdayaan Telematika
  3. Bidang Informasi Publik, Pos, dan Telekomunikasi,
  4. Bidang Komunikasi dan informatika

Baca juga: Contoh Laporan Magang Mahasiswa, Smk Sesuai EYD [+Format File Doc]

3.2 Arti Logo Pemko Medan

contoh penelitian mahasiswa

Pengertian Lambang Kota Medan

  • Bintang yang bersinar lima adalah Bintang Nasional memiliki arti bahwa hidup penduduk Kota Medan khususnya dan Indonesia umumnya akan bersinar bahagia dan lepas dari kemiskinan dan kemelaratan.
  • 4 tiang dan 5 bahagian dari perisai memiliki arti tahun 45 dari ProklamasiIndonesia.
  • 17 biji padi memiliki arti tanggal 17 dari hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • 8 bunga kapas memiliki arti bulan 8 dari tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Satu bambu runcing yang terletak dibelakang perisai adalah lambang perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lima bahan-bahan pokok yang terpenting dihadapan bambu runcing memiliki arti Kemakmuran serta Keadilan Sosial yang merata ada dihadapan kita.
  • Lima sinar bintang memiliki arti lima bahan pokok terpenting yang diekspor dari Kota Medan dan lima bahagian perisasi berarti Pancasila yang menjadi Dasar Negara Republik Indonesia.

3.3 Struktur Organisasi Kominfo

Dalam rangka untuk melaksanakan tugas perusahaan di perlukan adanya struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan kerangka dan susunan perwujudan pola hubungan di antara bagian-bagian, fungsi-fungsi, dan orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, tanggung jawab dan wewenang yang berbeda beda dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Struktur ini mengandung unsur-unsur desentralisasi kerja atau sentralisasi dalam pembuatan keputusan kerja. Melalui bagan organisasi akan terlihat jelas bagaimana informasi mengalir dari satuan organisasi ke satuan organisasi lainnya.

Juga memberikan petunjuk-petunjuk tentang pembagian tugas , luasnya rentangan kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap karyawan harus muthllak untuk memahami struktur organisasi di tempat kerja.

Melihat struktur organisasi di Departemen Komunikasi dan Informatika Medan, dapat dilihat bahwa struktur organisasi yang digunakan merupakan bentuk organisasi garis (line), pelimpahan tanggung jawab dan pendelegasian tugas disusun dalam aliran kerja yang teratur dari level paling tinggi( kadis) hingga pada tingkat karyawan.

Berikut ini adalah gambaran struktur organisasi di Departemen Komunikasi dan Informatika Medan:

STRUKTUR

ORGANISASI DEPARTEMEN KOMUNIKASI

struktur kota medan

Dinas Kominfo Kota Medan.com

  1. Deskripsi Pembagian Tugas

Berdasarkan struktur organisasi Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan diatas diketahui bahwa Pejabat dan karyawan, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing yang ditunjuk oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Departemen

Bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan

bagian-bagiannya, yaitu:

1) Sekretariat.

2) Kepala Bidang Tekhnologi

3) Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi.

4) Kepala Bidang Komunikasi Media Cetak dan Elektronik.Informasi.

5) Kelompok Jabatan Fungsional.

6) Unit Pelaksana Teknis (UPT).

7) Kepala Bidang Data.

Tugas Utama Kepala Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan

1) sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Departemen Komunikasi dan Informatika

merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah, yang dipimpin Kepala Departemen yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud, Departemen Komunikasi

dan Informatika menyelenggarakan fungsi :

  • Pemyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang Komunikasi dan Informatika.
  • Perumusan kebijakan teknis di bidang Komunikasi dan informatika.

Sekretariat

Tugas Pokok Sekretariat Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan

1) Melaksanakan sebagian tugas Departemen lingkup sekretariatan meliputi

pengelolaan keuangan, administrasi umum, dan penyusunan

program.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud,

Sekretariat menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan program, rencana, dan kegiatan sekretariatan.
  • Pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi
  • PengkoorDepartemenian penyusunan perencanaan program Departemen.
  • kesekretariatan Departemen yang meliputi keuangan, administrasi umum, kekaryawanan, dan kerumahtanggaan Departemen.

Sub Bagian Umum

Tugas Pokok Sub Bagian Umum Departemen KOMINFO (Komunikasi dan

Informatika) Kota Medan

1) oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Melaksanakan

sebagian tugas Sekretariat lingkup administrasi umum.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Sub Bagian

Umum menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan bahan petunjuk teknis pengelolaan adminstrasi umu.
  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Umum.
  • Pengelolaan adminsitrasi umum yang meliputi pengelolaan tata naskah Departemen, penataan kearsipan, perlengkapan dan penyelenggaraan kerumahtanggaan Departemen.’

Sub Bagian Keuangan

Tugas Pokok Sub Bagian Keuangan Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup pengeloalaan admistrasi keuangan.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Sub Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :

  • Pengumpulan bahan petunjuk teknis pengelolaan administrasi keuangan.
  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Keuangan.
  • Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan meliputi kegiatan
  • penyusunan rencana, pemrosesan, penyusunan bahan, pengusulan dan verifikasi.

Sub Bagian Penyusunan Program

Tugas Pokok Sub Bagian Penyusunan Program Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup penyusunan program dan pelaporan

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Sub

Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi :

  • Pengumpulan bahan petunjuk teknis lingkup penyusunan rencana dan program Departemen.
  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Penyusunan Program.
  • Penyiapan bahan penyusunan rancana dan program Departemen

Bidang Komunikasi Media Cetak dan Elektronik

Tugas Pokok Bidang Komunikasi Media Cetak dan Elektronik Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Departemen lingkup penyiaran, komunikasi sosial, media luar ruang dan mobil unit.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, Bidang

Komunikasi Media Cetak dan Elektronik menyelenggarakan fungsi:

  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Komunikasi Media Cetak dan Elektronik.
  • Penyusunan petunjuk teknis lingkup penyiaran, komunikasi social, media luar ruang, dan mobil unit.
  • Pelaksanaan kegiatan komunikasi melalui tatap muka.

Bagian-bagian / Departemen- departemen yang dibawahi langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi Media Cetak dan Elektronik, yaitu :

a) Kepala Seksi Penyiaran

Tugas Utama Kepala Seksi Penyiaran adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang Komunikasi Media Cetak dan elektronik lingkup penyiaran.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, Seksi

Penyiaran menyelenggarakn fungsi :

  • Pengumpulan dan pengelolaan data lingkup penyiaran.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Penyiaran.
  • Penyiapan bahan dan data pelaksanaan penyebarluasan informasi pembangunan melalui media elektronik.

b) Kepala Seksi Komunikasi Sosial

Tugas Utama Kepala Seksi Komunikasi Sosial adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang komunikasi Media Cetak dan Elektronik lingkup komunikasi sosial.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Komunikasi Sosial menyelenggarakan fungsi :

  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Komunikasi Sosial.
  • Penyiapan bahan dan data pelaksanaan / pelayanan penyebarluasan informasi pembangunan melalui komunikasi tatap muka dan media cetak.
  • Pengumpulan dan pengelolaan data lingkup Komunikasi Sosial.

c) Kepala Seksi Media Luar Ruang dan Mobil Unit

Tugas Utama Kepala Seksi Media Luar Ruang dan Mobil Unit adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang komunikasi Media Cetak dan Elektronik lingkup media luar ruang dan mobil unit.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, Seksi Media

Luar Ruang Dan Mobil Unit menyelenggarakan fungsi :

  • Pengumpulan dan pengelolaan data lingkup media luar ruang dan mobil unit.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Media Luar Ruang Dan Mobil Unit.

e) Bidang Pos dan Telekomunikasi

Tugas Pokok Bidang Pos dan Telekomunikasi Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) Kota Medan adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Departemen lingkup Pos, spectrum, telekomunikasi, frekwensi radio dan standarisasi.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Pos dan

Telekomunikasi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan petunjuk teknis lingkup pos dan telekomunikasi.
  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pos dan Telekomunikasi.
  • Pelaksanaan proses perizinan dan pelayanan lainnya lingkup pos dan telekomunikasi sesuai denga urusan pemerintah kota.

Bagian-bagian / Departemen- departemen yang dibawahi langsung oleh Kepala

Bidang Pos dan Telekomunikasi, adalah :

a) Kepala Seksi Pos

Tugas Utama Kepala Seksi Pos adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang Pos dan Telekomunikasi lingkup pos.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Pos

menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pos.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Pos.
  • Pelaksanaan proses perijinan dan pelayanan lainnya lingkup pos sesuai dengan urusan pemerintahan kota.

b) Kepala Seksi Telekomunikasi

Tugas Utama Kepala Seksi Telekomunikasi adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang Pos dan Telekomunikasi lingkup telekomunikasi.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Telekomunikasi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup telekomunikasi.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Telekomunikasi.
  • Pelaksanaan proses perijinan dan pelayanan lainnya lingkup telekomunikasi sesuai dengan urusan pemerintahan kota.

c) Kepala Seksi Spektrum Frekwensi Radio dan Standarisasi

Tugas Utama Kepala Seksi Spektrum Frekwensi Radio dan Standarisasi adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas di Bidang Pos dan Telekomunikasi lingkup spectrum, frekwensi radio dan standarisasi.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Spectrum, Frekwensi Radio Dan Standarisasi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup spectrum, frekwensiradio dan standarisasI.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Spectrum, Frekwensi Radio Dan Standarisasi.

Bidang Teknologi Informasi

Tugas Pokok Bidang Teknologi Informasi Departemen KOMINFO (Komunikasi dan

Informatika) Kota Medan adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Departemen lingkup pengembangan dan perawatan teknologi informasi, serta operasional kerja sama sistem informasi.

2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, Bidang

Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Teknologi Informasi.
  • Penyusunan petunjuk teknis lingkup pengembangan dan perawatan teknologi informasi, serta operasional kerja sama sistem informasi.
  • Pelaksanaan dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan sistem informasi.

Bagian-bagian yang dibawahi langsung oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi, yaitu :

a) Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Informasi

Tugas Utama Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Informasi adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang Teknologi Informasi lingkup pengembangan teknologi informasi.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana yng dimaksud, Seksi Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi :

  • Penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pengembangan teknologi informasi.
  • Penyiapan rencana, program dan kegiatan Seksi Pengembangan Teknologi Informasi.
  • Pelaksanaan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung teknologi informasi dan system informasi.

b) Kepala Seksi Perawatan Teknologi Informasi

Tugas Utama Kepala Seksi Perawatan Teknologi Informasi adalah

1) Melaksanakan sebagian tugas Bidang Teknologi Informasi lingkup

perawatan teknologi informasi.

2) Dalam Melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, Seksi

Perawatan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi :